Sabtu, 28 November 2015

Sesuatu yang hits dapat menjadi kisah yang sedih

Kegiatan berfoto-foto menggunakan smartphone sudah tidak asing lagi. Hampir semua kalangan menggunakan smartphone. Baru-baru ini sosial media di hebohkan oleh para anak-anak muda yang berselfie ria tetapi merusak tanaman sekitar atau objek yang menjadi foto mereka. taman bunga Amaryllis yang terletak di Dusun Ngasem Ayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Patuk, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, rusak parah, kebum milik sukadi rusak. Sungguh miris, diketahui bahwa bunga Amaryllis ini berbunga setahun sekali dan hanya musim hujan. dikutip dari merdeka.com Pak sukadi tidak menyalahkan siapapun memang saja kebun miliknya ini tidak dipersiapkan untuk destinasi wisata. Di halaman facebook saya banyak sekali yang men-share foto-foto para anak-anak muda. Sungguh disayangkan generasi sekarang mereka hanya bisa merusak tanpa bisa merawat atau menghargai lingkungan. Pentingnya kita menjaga lingkungan sangat diperlukan, untuk anak cucu kita . Jika lingkungan kita rusak apakah anak cucu kita dapat udara bersih dan dapat hidup dengan sehat? tentu tidak. Jika dilihat pak sukadi sangat menerima apa yang terjadi pada kebun bunganya, tetapi untuk selanjutnya jangan kita merusak apapun itu , mengabadikan momen diperbolehkan dengan ketentuan tidak merusak. Kalau bukan kita siapa lagi. Apa pendapat kalian setelah melihat ini?





sumber dari merdeka.com (http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-sedih-di-balik-rusaknya-kebun-bunga-amaryllis-gara-gara-selfie.html) dan foto dari Facebook M Aji Mukhlis.

Jumat, 27 November 2015

Clean up Jakarta

tanggal 18 oktober saya dan teman-teman saya ikut bergabung #TeamSweden dalam Cleanup Jakarta yang dilakukan dibeberapa titik secara serentak. Saya mendapat wilayah area sepanjang jalan MH. Thamrin. Car free day identik dengan banyak sampah ya kami menemukan beberapa sampah tetapi ada yang membuat saja cukup kaget sepanjang car free day banyak orang yang berjualan kaki lima. loh ini sudh beralih fungsikah dari tempat jogging atau berolahraga dan bebas kendaraan menjadi kesempatan untuk mereka berjalan.Saya akui sepanjang jalan MH.Thamrin saya tidak banyak melihat sampah yang berserakan di tempat dimana para pedagang berjualan. Tetapi dijalan Sarinah disana saya temui sekali banyak sampah dan beberapa kali melihat mereka membuang gelas minuman di depan mata saya. miris sekali melihat kesadaran masyarakat metropolitan akan terhdap bang sampah pada tempatnya. Ketika hujan dan banjir mereka menyalahkan pemerintah dan menjelek-jelekan tanpa melihat pada diri mereka sendiri.